JAKARTA - Pendukung Jokowi di seluruh Indonesia diimbau mengenakan kemeja kotak-kotak mulai Senin (7/7) hingga Rabu (9/7), sebagai tanda kesiapan menjadi "pasukan" anti Pilpres curang.
"Kenakan kemeja kotak-kotak, warna apa saja. Tidak mesti kemeja kotak-kotak khas Jokowi selama ini, warna apa saja. Kita kompak menuju perubahan," ujar Viktor Sirait, Ketua Satgas Relawan Anti Pilpres Curang, di Jakarta Senin (7/7).
Viktor mengatakan, sebagai satgas yang diresmikan Jokowi di Parkir Timur Senayan Jakarta dua peka lalu, Satgas mengimbau seluruh rakyat Indonesia agar bersiaga melawan semua kecurangan pilpres.
"Kejahatan demokrasi baru saja terjadi Hong Kong, kejahatan di dalam negeri yang lebih dahsyat diperkirakan akan terjadi dalam skala lebih dahsyat. Kita lawan, kita waspada," tandas Viktor, yang juga Pengurus DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).
Kemeja kotak-kotak bukan menjadi pakaian resmi pasangan Jokowi-JK, tetapi dikenal melekat dengan Jokowi sejak mengikuti Pilkada DKI Jakarta. "Jangan takut mengenakan kemeja kotak-kotak ke TPS, sebab bukan pakaian kontestan pilpres," jelasnya.
Apabila ada yang melarang pemilih mengenakan kemeja kotak-kotak ke TPS, masyarakat diminta sigap menjawab, baju milik sendiri dan senang mengenakannya.
"Siapa saja yang menyatakan keberatan jika kita mengenakan kemeja kotak-kotak, sampaikan, pasal mana dari aturan-peraturan yang dilanggar? Adukan saya, bawa saya ke kantor polisi," jelas Viktor memberi kiat jawaban.
Sebagai warga yang taat aturan, pendukung Jokowi diimbau jangan mengenakan kaos resmi capres Jokowi. Sedangkan kotak-kotak warna apa saja,
(RJ)
Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.