BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Pertemuan Bilateral Presiden SBY Dengan Perdana Menteri Norwegia di New York

Pertemuan Bilateral Presiden SBY Dengan Perdana Menteri Norwegia di New York

Written By Unknown on Kamis, 25 September 2014 | 04.51

Di sela sela konferensi tingkat tinggi tentang perubahan iklim di markas besar Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) New York, Presiden SBY melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg di Turkish Lounge, lantai 2, markas besar PBB, New York, Selasa (23/9) pukul 15.10 waktu setempat atau Rabu (24/9) pukul 03.00 WIB dinihari waktu Jakarta. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung hangat dan konstruktif selama sekitar lima belas menit.   Pembicaraan tersebut diharapkan makin meningkatkan jalinan persahabatan dan kerjasama antara Indonesia dengan Norwegia, terutama terkait dengan upaya pelestarian lingkungan, pengurangan emisi karbon dan efek gas rumah kaca, serta upaya bersama menjaga agar peningkatan temperatur global tidak melebihi dua derajat celcius dengan melakukan perbaikan penataan hutan dan lahan di Indonesia.  Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Norwegia telah dimulai pada Januari 1951. Mulai 1962-1981 Indonesia mengirimkan duta besar untuk Norwegia yang dirangkap dengan duta besar untuk Denmark di Kopenhagen, hingga akhirnya pada 17 September 1981 Indonesia membuka kantor kedutaan dan perwakilan Indonesia untuk Norwegia di kota Oslo. Hubungan persahabatan kedua negara makin menguat ketika Presiden SBY mengunjungi Norwegia pada 12 -14 September 2006, dan PM Norwegia membalas kunjungan tersebut pada 28-30 Maret 2007. Presiden SBY kembali mengunjungi Norwegia pada 26-28 Mei 2010 untuk bersama-sama dengan PM Norwegia saat itu, Jens Stoltenberg memimpin “Oslo Climate and Forest Conference 2010”. Selanjutnya perjanjian kerjasama bilateral di tandatangani menlu kedua negara pada November 2010 yang menekankan pada upaya perlindungan terhadap hak asasi manusia, pelestarian lingkungan hidup, penataan kehutanan yang berkesinambungan, pemanfaatan dan pengelolaan energi dengan teknologi yang ramah lingkungan, serta kerjasama di bidang kelautan dan perikanan. Di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan, Indonesia dan Norwegia juga menjalin berbagai kerjasama yang saling menguntungkan kedua pihak. Total nilaiperdagangan Indonesia-Norwegia meningkat dari tahun ke tahun dan di tahun 2010 mencapai 353,79 juta Dollar Amerika.  Di bidang pengelolaan energi, Tahun 1995, Indonesia dan Norwegia membentuk bilateral energy consultation forum. Forum konsultasi teknis bidang energi ini salah satunya di adakan di Yogyakarta, 6-7 Oktober 2011. Sementara di bidang kelautan dan perikanan kedua negara bekerjasama dalam proyek pengembangan kapasitas dan aquaculture senilai NOK 5.200.000, proyek ini berjalan mulai tahun 2009-2012. Komoditi ekspor dari Indonesia ke Norwegia antara lain bahan konveksi, pakaian jadi, mebel, peralatan teknologi komunikasi, alat optic, dan  rempah-rempah. Sedangkan Norwegia banyak menanamkan investasinya di bidang perikanan, industri kertas, industri bahan kimia dasar, logam, konstruksi, alat transportasi, alat komunikasi, dan sektor pembangunan perumahan serta real estate. Di bidang sosial budaya dan pendidikan, kerjasama bilateral Indonesia dan Norwegia terwujud salah satunya dengan secara bersama mensponsori the Global Inter-Media Dialogue (GIMD). Even ini diadakan di Bali, 1-2 September 2006 dilanjutkan dengan pertemuan GIMD II di Oslo, 4-5 Juni 2007, dan GIMD III di Bali, 7-8 Mei 2008. Setelah pertemuan GIMD III selesai, Terdapat kerjasama pertukaran pendidikan terutama bagi wartawan dan aktivis lingkungan, berbentuk pendidikan pra-university selama empat bulan di Norwegia.  Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Norwegia berlangsung relatif sangat singkat dikarenakan Presiden SBY bersama PM Norwegia, Erna Solberg, bertugas menjadi Co-Leads pada sesi diskusi mengenai hutan dalam segmen Multilateral and Multistakeholder Action Announcement, di Markas Besar PBB, yang berlangsung selama sekitar 40 menit. Tujuan sesi ini adalah untuk meningkatkan munculnya berbagai inisiatif dan aksi konkrit baru sebagai upaya pengendalian perubahan iklim di bidang kehutanan, yang dilakukan berbagai pemangku kepentingan dari sedikitnya 40 negara. UN Climate Summit 2014 terbagi menjadi tiga sesi diskusi yang berjalan paralel, tiap sesi diikuti oleh sekitar 40 negara. Sedikitnya 125 orang kepala negara hadir dalam konferensi tingkat tinggi tersebut.  Turut bersama Presiden SBY, diantaranya Menkopolhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkoperekonomian Chairul Tanjung, Menlu Marty Natalegawa, Seskab Dipo Alam dan mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim. 

Foto : Di sela sela konferensi tingkat tinggi tentang Perubahan iklim di markas besar Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) New York, Presiden SBY melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg di Turkish Lounge, lantai 2, markas besar PBB, New York, Selasa (23/9) pukul 15.10 waktu setempat atau Rabu (24/9) pukul 3.00 WIB dinihari waktu Jakarta. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung hangat dan konstruktif selama sekitar lima belas menit, pembicaraan berkisar pada upaya peningkatan hubungan kerjasama bilateral dan persahabatan antara kedua negara.
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.


 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks