Kekuatan partisipasi rakyat dalam menyambut Pelantikan Jokowi & Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wapres RI periode 2014-2019 hari ini merupakan bentuk kuatnya dukungan dan harapan rakyat pada pemerintahan mendatang, serta ini adalah bagian langkah pengawalan rakyat atas kekhawatiran adanya gangguan politik dalam proses pelantikan tersebut, mengingat sempat terjadi persaingan politik yg panas pada saat pemilihan pimpinan DPR dan MPR antara Koalisi pendukung Jokowi dg Koalisi pendukung Prabowo sehingga muncul isu spekulasi tentang adanya upaya penggagalan pelantikan Jokowi.
Meskipun sekarang Jokowi telah berhasil membuat suasana lebih kondusif dengan melakukan komunikasi politik kepada tokoh-tokoh lawan politik pada saat pilpres seperti Prabowo, Aburizal Bakrie dan Para Pimpinan MPR serta DPR, namun rasa khawatiran rakyat terhadap munculnya gangguan politik kepada Jokowi tetap ada, sehingga sangat wajar jika para relawan dan rakyat menunjukkan kekuatan besarnya dengan bergerak secara antusias menyiapkan acara yg spektakuler untuk menyambut dan mengawal pelantikan Jokowi-JK sebagai Presiden RI.
Keterlibatan secara sukarela oleh jutaan Rakyat di Seluruh Wilayah Indonesia yang merayakan pelantikan dengan berbagai acara di wilayahnya, ini adalah sinyal pesan dari rakyat bahwa Jokowi-JK ada pilihan rakyat, jadi "jangan ganggu Jokowi!", biarkan Jokowi-JK bekerja untuk memperbaiki bangsa ini. Jika ada yang mengganggu baik itu dari kekuatan politik manapun, maka sepertinya bukan hal yang mustahil People Power akan bergerak membela Jokowi.
Partai HANURA sebagai salah satu Partai Pengusung Jokowi-JK bersyukur sampai saat ini rakyat terus konsisten mendukung Jokowi-JK untuk bekerja. Sebagai wujud rasa syukur tersebut maka kader-kader HANURA berbaur dengan rakyat pada hari ini Senin 20 Oktober untuk ikut berbagai acara yang disiapkan para relawan seperti syukuran, doa bersama, kirab budaya, pentas musik, pelepasan lampion dll.
Ini adalah acara rakyat terbesar sepanjang sejarah Indonesia dalam menyambut Presiden baru bahkan setahu kami ini akan dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai syukuran rakyat terakbar untuk menyambut Presiden Baru.
Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.