HONG KONG - Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) menghapus Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTLN) saat e-blusukan (telekonferensi) dengan migran di 8 negara. Di Hong Kong, penghapus KTKLN disambut haru dan tangisan migran.
"Terima kasih Pak Jokowi, engkau memang pilihan kami yang benar. Kami bangga," kata Tri Sugito, Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Hong Kong yang menjadi juru bicara dalam e-bulukan, Minggu (30/11).
Dari Kuala Lumpur (Malaysia), Ketua BaraJP Alice Elisabet menangis, menelepon Ketua Umum BaraJP Sihol Manullang yang berada di Hong Kong mendampingi migran saat e-blusukan di sela-sela peresmian pengurus baru BaraJP.
Dari Seoul (Korea Selatan), BaraJP setempat yang menjadi wakil migran bicara jarak jauh dengan Jokowi, juga meluapkan kegembiraan dengan berjingkrak-jingkrak.Mereka tampak saling berpelukan.
Sama dengan negara-negara lainnya, BaraJP dari Taiwan yang juga menjadi pembicara dalam telekonferensi, menyambut penghapusan KTKLN dengan suka-ria. "Setelah berjuang panjang, kami sangat bersuka," ujar Ketua Herman Wenas, Ketua BaraJP Asia yang menyiapkan anggota BaraJP di berbagai negara untuk e-blusukan.
Sringatin, Ketua Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) Hong Kong, sebelumnya mengeluhkan berbagai perlakuan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang menyakitkan migran. Jokowi tampak serius mendengarkan Sringatin.
Sama dengan Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Tri Sugito kepada Jokowi mengatakan, tak ada manfaat KTKLN. "Juru kampanye yang datang ke Hong Kong sebelum Pilpres, menegaskan, Jokowi akan menghapuskan KTKLN," kata Tri. (dd) ***
Caption:
Inilah suasana e-blusukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan migran di 8 negara. Semua negara mengeluhkan KTKLN. Saat menanggapi keluhan migran, Jokowi menegaskan, muat Minggu (30/11), KTKLN dihapus. (Foto: Laeli Putri)
Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.