BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Wujudkan Impian Seniman Dan Budayawan Multi Talenta (Alm) Didi Petet

Wujudkan Impian Seniman Dan Budayawan Multi Talenta (Alm) Didi Petet

Written By Unknown on Minggu, 01 November 2015 | 22.43

Pembenahan Paviliun Indonesia dilakukan untuk meneruskan cita-cita sekaligus impian almarhum Didi Petet. Seniman dan budayawan itu ingin keikutsertaan Indonesia di World Expo Milan 2015 menjadi panggung Indonesia di dunia internasional. Pameran akbar dunia yang diselenggarakan lima tahun sekali ini adalah ajang internasional yang bertujuan untuk mempromosikan budaya dan kekayaan dari negara-negara di dunia.
Setiap negara diharuskan membuat sebuah paviliun sebagai stand resmi yang dibuat seunik dan sebagus mungkin untuk mewakili kelebihan negaranya masing-masing. Hal ini disampaikan oleh Widharma Raya Dipodiputro selaku ketua KPBN saat ini.
Dalam pandangan almarhum Didi Petet, World Expo Milan begitu berharga sehingga Indonesia tidak boleh mengabaikannya. “Ini acara terbesar ke-tiga setelah Olimpiade dan Piala Dunia. Pesertanya 90 persen negara di dunia,”.
Duta Besar Indonesia untuk Italia August Parengkuan mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam pameran akbar World Expo Milano 2015 harus dimanfaatkan untuk memperkuat nation branding Indonesia dan mendongkrak ekspor. August Parengkuan mengatakan pameran Word Expo Milan 2015 akan mendatangkan sedikitnya 20 juta pengunjung selama enam bulan penyelenggaraannya, sementara itu, untuk Paviliun Indonesia pemerintah menargetkan 2 juta pengunjung dapat mengenal Indonesia lebih jauh.
Pada World Expo yang diadakan di Shanghai Cina tahun 2010 lalu Indonesia bisa dibilang sukses karena merupakan salah satu paviliun yang paling banyak dikunjungi. Atas dukungan semua pihak, pemerintah dan swasta yang bersinergi menjadi motivasi keberhasilan di World Expo Milan 2015.
Pengunjung teramai paviliun menjelang penutupan ini bisa mencapai 62,348 pengunjung pada 15 Oktober. Setelah 25 Agustus, Paviliun Indonesia menyambut pengunjung ke 1 juta dalam selang waktu satu bulan Paviliun Indonesia sudah menyambut pengunjung yang ke 2 juta, yaitu pada 28 September 2015.
Sangat mengejutkan, dalam kurun waktu dua minggu, pengunjung Indonesia telah mencapai 3 juta pengunjung, yakni pada tanggal 17 Oktober 2015. Adalah Valter dari Turino, Italia, yang menjadi pengunjung beruntung itu. Ia datang ke Expo bersama kekasihnya Michela.
“Saya benar-benar tidak menyangka dapat menjadi pengunjung ke tiga juta di Paviliun Indonesia, mereka memberikan saya begitu banyak hadiah dan perlakuan yang istimewa,” ujar Valter dengan semangat.
Valter diajak keliling Paviliun dan menikmati Oculus. Oculus merupakan alat berbentuk kacamata yang menampilkan virtual reality keindahan alam Indonesia dalam 360 derajat serta dapat menciptakan efek nyata seakan pengguna Oculus’ tersebut seperti benar-benar berada di Indonesia.
Valter disuguhi berbagai masakan khas nusantara oleh chef Bogor Café – Desa Restaurant, Chef Made Shandy, Chef Sudar, Chef Chasohid, Chef Ali Muhajar, Chef Reiky Alfaridzi dan Chef Satyo Ardianto, di antaranya canapé dan paket makan menu rendang, ayam kari dan terong balado.
Dengan tetap memegang konsep minimalis tradisional, Bogor Café – Desa Restaurant Paviliun Indonesia yang sebelumnya merupakan private dining, kini menjadi fresh outdoor garden restaurant. Bogor Café – Desa Restaurant menyediakan masakan khas Indonesia dan selalu menjadi favorit pengunjung karena makanannya yang enak, pelayanannya yang ramah dan cepat, serta suasana tempatnya yang asri.
Ruangan yang sebelumnya merupakan Bogor Café – Desa Restaurant sendiri kini telah disulap menjadi galeri eksebisi Topeng bernuansa kontemporer yang bertemakan ‘Masks of the Islands: Indonesian Authenticity’.
Paviliun Indonesia menyambut penutupan Expo 2015 ini dengan menambahkan pameran Topeng sebagai representasi kebudayaan Indonesia. Bersama dengan mini warung kopi, pengunjung juga dapat membeli Topeng dan kaos hasil rancangan anak bangsa.
“Pameran Topeng ini diharapkan dapat meningkatkan awareness masyarakat mancanegara akan kebudayaan Indonesia yang sangat kaya,” ujar Budiman Muhammad, Direktur Paviliun Indonesia.
Dalam kurun waktu beberapa hari sebelum acara penutupan World Expo Milan 2015, berbagai pertunjukan menarik akan disajikan. Salah satunya adalah pertunjukan istimewa oleh seorang pianis muda Indonesia kelas dunia, Ade Irawan. Siapa sangka, ternyata meskipun tuna netra, iya sangat ahli bermain piano jazz dan melantunkan scatting, yaitu improvisasi suku kata untuk mengiringi bunyi nada, di mana ia mempelajari itu semua sendiri.
Dengan segala keterbatasannya itu Ade dapat memberikan inspirasi ke semua orang bahwa kekurangan tidak dapat menghalangi seseorang untuk menjadi bersinar. Ia juga dengan sukarela mengadakan pertunjukan solo untuk amal kepada anak-anak yang disabilitas.(dbs/Muhidin)
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.


 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks